Jumat, 18 Mei 2012

Inilah Biang Pencurian Data pada Ponsel

Ilustrasi Virus Ponsel (wixmobile.com)

VIVAnews - Anda kini perlu waspada dengan munculnya malware pada mobile. Hasil analisa Kaspersky April 2012 menemukan malware mobile dapat mencuri informasi rahasia dari perangkat yang terinfeksi.

Pada April lalu, Kaspersky mencatat para pengguna Android di Jepang diserang sebuah malware Android jenis baru. Hampir 30 aplikasi berbahaya tersedia di Google Play dan setidaknya 70 ribu pengguna telah mengunduh satu dari 30 aplikasi tersebut. Malware jenis ini bisa terkoneksi ke server jarak jauh. 

Jika koneksi terjadi, malware tersebut akan mengunduh video file MP4. Malware ini juga mampu mencuri informasi rahasia dari peralatan yang terinfeksi, termasuk nama kontak, alamat email, dan nomor telpon orang-orang yang ada pada Android yang terinfeksi dan mengunggah  data tersebut ke server jarak jauh. Kaspersky Mobile Security mendeteksi malware ini sebagai Trojan.AndroidOS.FakeTimer.

TigerBot

Kaspersky juga mengungkapkan malware mobile yang dikontrol melalui pesan SMS semakin populer. Malware yang disebut dengan TigerBot, dapat menyebabkan bocornya informasi penting pada ponsel yang terinfeksi.

Pada April, ditemukan backdoor lain bernama TigerBot. Malware ini menyamarkan diri setelah menginfeksi dan tidak menunjukkan tanda-tanda keberadaannya pada layar ponsel yang terinfeksi.

Berbagai perintah pada ponsel yang terinfeksi memungkinkan para penjahat dunia maya untuk merekam pembicaraan ponsel, mencuri koordinat GPS, mengirim SMS, dan mengubah pengaturan jaringan. Untungnya, tidak ada bukti bahwa TigerBot menyusup ke Google Play.

Kaspersky Mobile Security mendeteksi malware ini sebagai Backdoor.AndoidOS.TigerBot.

Kaspersky mengingatkan para pemilik ponsel untuk tetap berhati-hati saat menginstal aplikasi dari manapun.

Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.Anda harus Login untuk mengirimkan komentar

View the original article here

Blog dan Twitter, Sumber Ancaman Mac

trojan Flashback, virus yang menyerang Mac (advocatesstudio.com)

VIVAnews - Para pakar Kaspersky Lab menerbitkan analisis rinci mengenai bagaimana Flashfake menginfeksi komputer Mac.

Hasil analisis Kaspersky Lab mengidentifikasi sumber utama penyebaran infeksi Flashfake yaitu blog WordPress yang disusupi malware pada akhir Februari sampai awal Maret 2012. Sekitar 85 persen dari blog-blog tersebut berada di Amerika Serikat.
Berdasarkan keterangan tertulis Kaspersky, Rabu 16 Mei 2012, para ahli Kaspersky mengatakan adanya evolusi metode penyerangan para penjahat dunia maya pengguna Flashfake yang mulai menggunakan eksploitasi kelemahan Java.

Cara ini lebih baik dibandingkan hanya mengandalkan rekayasa sosial untuk menginfeksi komputer. Langkah ini mempercepat infeksi, dari sebuah infeksi tunggal menjadi eksploitasi massal terhadap komputer Mac OS X.

Pada April 2012, 700 ribu komputer Mac OS X di seluruh dunia dilaporkan terinfeksi virus Trojan Flashback. Komputer-komputer yang terinfeksi digabungkan dalam satu botnet, diberi nama “Flashfake”, yang memungkinkan para penjahat dunia maya menambahkan modul berbahaya lainnya ke dalam komputer-komputer tersebut. Salah satu modul tersebut diketahui bisa merekayasa hasil dari mesin pencarian.

Metode Baru Spam

Kaspersky Lab juga melaporkan adanya dua kegiatan spam yang menggunakan Blackhole Exploit Kit untuk menginstal malware. Kejadian pertama ditemukan di Twitter, lebih dari 500 akun terinfeksi.

Kegiatan spam ini mengirim tautan kepada pengguna twitter dan mengarahkan mereka ke situs-situs berbahaya yang memiliki Blackhole Exploit Kit. Situs-situs ini menginstal scareware ke dalam komputer dalam bentuk notifikasi anti-virus palsu. Pengguna komputer disuruh untuk memindai sistem mereka untuk mencari infeksi.

Kejadian kedua ditemukan pada email phishing yang dimulai pada akhir Maret. Korban menerima email palsu dari US Airways.

Para penjahat dunia maya mengirim email phishing sebagai usaha menipu orang-orang agar meng-klik tautan yang ada pada email yang dikirim. Tautan tersebut menawarkan “detail reservasi online”, termasuk pilihan check-in penerbangan dengan US Airways.

Jika tautan tersebut diklik, para pengguna akan diarahkan ke website palsu berisi Blackhole Exploit Kit yang berisi banking malware. Banking malware akan menginstal sendiri ke dalam komputer dan mencuri data rahasia online banking pengguna.

Pesan spam ini dikirim secara massal sementara para penjahat kriminal menunggu adanya orang yang akan memesan penerbangan dengan US Airways. Penjahat dunia maya ini mengarahkan calon penumpang untuk menekan tautan pada email yang dikirim. (eh)

Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.Anda harus Login untuk mengirimkan komentar

View the original article here

Pengguna Smartphone Lebih Sering Buka Rahasia

Ilustrasi pengguna smartphone (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews - Smartphone diakui telah merevolusi cara berkomunikasi seseorang dengan beragam aplikasi, akses internet nirkabel berkecepatan tinggi, dan layanan pesan gratis. Namun revolusi komunikasi itu memberikan dampak dalam ruang publik.

Peneliti dari Tel Aviv University, memaparkan pengguna smartphone lebih terjebak dengan perangkapnya dalam ruang publik.

Menurut Sciencedaily, Dr. Tali Hatuka dari Departemen Geografi dan Dr. Eran Toch dari TAU Departemen Teknik Industri Tel Aviv University (TAU) bekerja sama untuk mengukur dampak dari fenomena smartphone pada privasi, perilaku, dan penggunaan ponsel pintar tersebut pada ruang publik.

Hasil awal mereka menunjukkan meskipun ruang publik seperti alun-alun kota, taman, atau transportasi dikenal sebagai titik pertemuan umum, pengguna smartphone lebih terjebak dalam teknologi berbasis perangkat komunikasi mereka daripada lingkungan sekitarnya.

Dr. Toch, ahli sistem informasi dan sistem privasi itu, mengatakan pengguna smartphone 70 persen lebih mungkin percaya bahwa ponsel mereka membuka banyak privasi dibandingkan pengguna ponsel biasa.

Pengguna ini lebih bersedia mengungkapkan masalah pribadi di ruang publik mereka. Pengguna smartphone juga kurang peduli dengan individu yang berbagi ruang.

Ilusi Privasi

Dr. Hatuka mengatakan smartphone menciptakan ilusi "gelembung privasi" di sekitar pengguna dalam ruang publik. Ia juga percaya bahwa desain ruang publik mungkin perlu berubah sebagai tanggapan terhadap teknologi ini. Tidak berbeda caranya dalam beberapa daerah publik yang telah ditetapkan sebagai ruang  "merokok" dan "bebas rokok."

Dr. Toch juga mencatat bahwa smartphone dan perangkat komputasi personal menjadi lebih "cepat" menyesuaikan diri dalam hal kecerahan dan volume dalam lokasi dan aktivitas pengguna.

Untuk mengaji bagaimana smartphone telah mempengaruhi interaksi manusia di ruang publik dan privat, para peneliti merancang survei mendalam.

Eksperimen ini melibatkan hampir 150 peserta, separuhnya merupakan pengguna smartphone dan sisanya merupakan pengguna telepon biasa. Mereka ditanya tentang bagaimana menggunakan telepon di rumah, ruang publik, ruang belajar, dan ruang transportasi.

Hasilnya pengguna telepon biasa terus mematuhi aturan sosial yang ditetapkan dalam hal penggunaan telepon. Pengguna telepon biasa menunda percakapan pribadi dan mempertimbangkan kesesuaian penggunaan ponsel di ruang publik. Sementara pengguna smartphone memiliki perilaku sosial yang berbeda untuk ruang publik.

Para peneliti menemukan bahwa 50 persen dari pengguna smartphone lebih rendah kemungkinan untuk diganggu oleh orang lain saat menggunakan ponsel mereka di ruang publik. Sekitar kurang dari 20 persen pengguna telepon biasa percaya bahwa percakapan telepon pribadi mereka dapat menganggu orang di sekitar mereka.

Anda harus Login untuk mengirimkan komentar

View the original article here

Ribuan Pengembang Indonesia Oprek Windows 8

OS Windows 8 (REUTERS/Alex Gallardo)

VIVAnews - Pengembang aplikasi maupun game Indonesia memiliki kompetensi dan potensi yang memadai untuk berkompetisi di pasar aplikasi regional maupun global. Sejumlah aplikasi karya developer Indonesia telah menembus pasar global melalui toko aplikasi online dalam berbagai platform.

"Kompetensi mereka bagus, tinggal kita dorong untuk lebih marketable dan memenuhi pasar global," kata Farid Zulkarnain, Executive Vice President Business Development Navcore Nextology, mitra Microsoft Indonesia di sela-sela acara Developer Conference 2012: Windows 8 di Yogyakarta, 16 Mei 2012.

Menurut Farid, konferensi ini merupakan kesempatan yang bagus dan langka bagi pengembang aplikasi Indonesia. Sebagai informasi, konferensi ini juga dihadiri oleh sejumlah petinggi Microsoft.

Petinggi Microsoft yang hadir antara lain Corporate Walid Abu-Habda (Vice President Developer and Platform Group), Said Zahedani (General Manager, Developer and Platform Group), Herman Widjaja (Senior Software Test Lead), serta Andreas Diantoro (President Director Microsoft Indonesia) sebagai keynote speaker.

“Mereka ingin melihat potensi developer Indonesia secara langsung sekaligus memberikan dorongan,” kata Farid.

Dalam pandangan Farid, pasar aplikasi dan game tumbuh secara signifikan. Ini seiring dengan pertumbuhan pengguna Internet dan smartphone di Indonesia.

Sebagai contoh, berdasarkan data yang dirilis pada akhir tahun 2011, jumlah pengunduh game dari telepon seluler mencapai sekitar 8 juta unduhan.

Indonesia juga tercatat sebagai negara pengunduh game terbesar ketiga di dunia dengan rata-rata 500 ribu unduhan setiap hari. Begitu juga dengan pengguna Internet yang tercatat 55 juta pengguna hingga akhir tahun 2011, berdasarkan data ICT Watch.

“Kami cukup yakin pasar aplikasi semakin berkembang tahun ini,” ucap Farid. Apalagi pengguna broandband di Indonesia diperkirakan sudah melewati 100 juta pengguna di awal tahun ini.

Dalam workshop tiga hari ini mereka mendapat materi tentang pengembangan aplikasi dengan memafaatkan fitur-fitur terbaru dari Windows 8 yang sangat menarik. Antara lain Metro Apps, Live Tile, Charm Bar, Windows Store, dan lain-lain.

“Fitur-fitur ini cukup membantu developer untuk menghasilkan aplikasi yang lebih hidup dan interaktif,” kata Silas Sebastian Sihotang, Engagement Manager Navcore Nextology.

Peserta tidak hanya diajarkan konsep dan teknik pengembangan, tapi juga membangun aplikasi di atas Windows 8 secara sendiri-sendiri maupun berkelompok.

Silas mengatakan, setiap peserta sudah menyiapkan ide aplikasi yang akan dikembangkan di pelatihan. Diharapkan aplikasi ini sudah relatif siap untuk diuji coba. Sehingga, ini bisa membuka peluang perbaikan agar sesuai standar pasar. Dia yakin konferensi ini memberikan dampak yang besar bagi ekosistem pengembangan perangkat lunak di Indonesia.

“Apalagi di Indonesia banyak sekali web developer yang handal,” katanya.

Sedangkan Ridi Ferdiana, akademisi bidang teknologi informasi dari Universitas Gajah Mada (UGM), mengatakan pendekatan Microsoft dengan Windows Store untuk memasarkan aplikasi Windows 8 membuka peluang bagi developer Indonesia menembus pasar global.

“Apalagi kalau sekadar menembus pasar domestik,” katanya.

Peluang ini didukung oleh Windows 8 yang tidak hanya berjalan di PC, tapi juga di tablet berbasis Intel maupun ARM prosesor dan bahkan di game console (X-Box). Kondisi ini memperbesar pasar yang bisa diraih oleh developer Indonesia.

“Selain dapat membuka lapangan kerja, penghargaan terhadap hak kekayaan intelektual bisa lebih terkendali,” katanya.

Developer Conference 2012: Windows 8 Hackathon ini diikuti oleh 1.000 pengembang dari kalangan akademisi, praktisi IT start up, freelancer, mahasiswa, dan pengembang perangkat lunak untuk mendalami teknik-teknik pengembangan aplikasi di atas platform terbaru di Windows 8.

Pelatihan ini tercatat sebagai konferensi dengan peserta terbanyak yang akan tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) yang berlangsung 24 jam nonstop. (sj)

Anda harus Login untuk mengirimkan komentar

View the original article here

Kapal Selam Buatan Buruh China Sukses Diuji

Kapal selam yang dikembangkan Zhang Wuyi (China Daily)

VIVAnews - Sebuah kapal selam buatan warga China, Zhang Wuyi (37), sukses diuji coba pekan lalu. Pria asal Provinsi Hubei, China Tengah, ini mengembangkan kapal selam sejak 2008.

Pekerja pabrik mesin tekstil itu menghabiskan dana sekitar 3 juta yuan untuk menyelesaikan kapal selam. Kapal ini memiliki panjang 6 meter, dengan lingkaran 2 meter, beratnya sekitar 9 ton.

Kapal ini dilengkapi dengan berbagai peralatan seperti kamera, radar, dan sistem posisi. Diklaim mampu menyelam hingga kedalaman 100 meter dan bertahan hingga 20 jam di bawah air.

Kapal selam itu sukses melakukan uji coba penyelaman pada Selasa pekan lalu. Uji coba dilakukan pada kedalaman 4,5 meter di kolam berukuran 15 kali 8 meter milik galangan kapal setempat.

Zhang yakin pasar untuk kapal selam ini akan terbuka lebar. "Banyak orang yeng bekerja di industri peternakan bawah laut terserang penyakit dan bahkan kehilangan nyawa saat menyelam. Kapal selam saya dapat mengurangi risiko para penyelam dan menjamin keamannya," kata Zhang sebagaimana dikutip China Daily.

Zhang mengaku telah menerima order baik dari dalam maupun luar negeri. Dia mempekerjakan 20 orang pada perusahaan kapalnya yang terletak di Bungalow Shabby di pinggiran kota.

Dalam uji coba itu, sejumlah perusahaan di bidang kelautan turut menyaksikan demo kapal selam Zhang itu. Mereka menunjukkan minat pada produk buatan Zhang tersebut.

"Sekarang peternak terutama tergantung pada penyelam untuk bekerja di bawah air. Ini bahaya dan tidak efisien. Jika kapal selam Zhang bisa bermanuver dengan baik, akan menjadi pengganti yang baik untuk penyelam," kata peternak Daomin.

saya malah kuatir peminatnya tar malah bandar besar narkoba rizank | 17/05/2012 | Laporkan
betul juga,, rawan dengan berbagai penyalahgunaan.. ga salah rasul bersabda tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina........Anda harus Login untuk mengirimkan komentar

View the original article here

RI Tak Persoalkan AS Soal Isu Pencurian Riset

Skandal Temuan Tawon Raksasa Garuda (University of California)

VIVAnews - Kasus pencurian riset peneliti Indonesia oleh peneliti asal Amerika Serikat sempat dibicarakan pada pembahasan kerjasama Joint Committee Meeting (JMC) on Science and Technology antara Kemenristek dengan Pemerintah AS. Namun, pejabat kedua pemerintah tidak mau memperpanjang masalah ini dan kerjasama riset yang telah terjalin tidak akan terganggu.

"Kemarin itu sempat dibahas dalam kerjasama bidang kesehatan. Kita angkat hal itu," kata Amin Soebandrio selaku Deputi Menegristek Bidang Jaringan Iptek Ad Interim, saat ditemui di Gedung BPPT, Jakarta, Selasa 15 Mei 2012.

Kedua pihak, lanjut Amin, sepakat tidak memperpanjang persoalan tersebut. RI-AS lebih menekankan untuk melanjutkan kerjasama iptek dan mengevaluasi kekurangan maupun hambatan kerjasama iptek ke depan.

"Itu bukan masalah sepanjang dibicarakan dari awal. Jadi, ini lebih kepada kesepakatan antar peneliti. Siapa yang didahulukan namanya," tambah Amin.

Menurutnya, fokus soal pencurian riset lebih kepada publikasi atas hasil penelitian. Amin mengatakan bahwa lazimnya, peneliti yang telah berkontribusi lebih dalam pada sebuah riset, ditetapkan sebagai penulis utama (first author).

Amin mengatakan kerjasama antar dua negara ini tidak terganggu dengan kasus tersebut. Belum ada pembicaraan yang memperkuat kesepakatan publikasi riset yang melibatkan peneliti asing.

Kemenristek menjalin kerjasama dengan pemerintah Amerika Serikat dalam bidang kesehatan, pertanian, dan kelautan. Pelaksanaan JCM ini terkait dengan perjanjian kerjasama Indonesia-Amerika Serikat dalam bidang iptek yang ditandatangani pada 2010 lalu.

Kasus pencurian riset RI ini berawal ketika hasil penelitian bersama LIPI dan AS dimuat pada jurnal Zookeys. Temuan tawon raksasa Megalara Garuda dipublikasikan oleh Lynn S. Kimsey dari University of California, Davis, Amerika Serikat tanpa menyebut peneliti LIPI, Rosichon Ubaidillah. (ren)

Payah bangsa ku ini pantes aja pada kabur ke luar negeri, bagi AS ini masalah besar bagi INA "ga papa" Fu*k ga guna berkarya di INA tidak dihargai baik ilmuan ato engineer lebih menghargai para P*S berseragam yang kerjanya OL mulu dan makan gajih butaSungguh disayangkan sikap pemerintah, dlm hal ini menristek tdk ada perhatian melindungi hasil jerih payah para peneliti bangsa sendiri. Tidak heran mereka pada kabur atau dibajak negara lain yg lebih menghargai hasil karya mereka. b3t4 16/05/2012 ga heran pemerintah Indonesia masih takut am AS =="Anda harus Login untuk mengirimkan komentar

View the original article here