Jumat, 25 Mei 2012

Dinosaurus Ini Tidak Makan 86 Juta Tahun

purba-yang-puasa-86-juta_300_225.jpg" width=315> Bakteria Purba yang Puasa 86 Juta (cosmostv.org)

VIVAnews - Apabila ada makhluk yang tidak makan selama 86 juta tahun, maka mungkin Anda menduga dia akan sangat kelaparan. Ternyata, tidak. Bakteri tangguh yang ditemukan ilmuwan di dasar laut Pasifik ini hampir dapat bertahan tanpa makanan.

Makhluk bawah laut itu ditemukan peneliti saat pengeboran ke lapisan tanah liat merah lunak di bawah dasar Pasifik. Daerah ini hampir tidak dijamah makhluk laut lain. Beberapa planton yang mati di dalam air telah larut sebelum potongan itu bisa mencapai dasar laut. 

Sangat jarang partikel tunggal mendarat di sana. Peneliti dari Universtias Aarhus, Denmark, Hans Roy mengatakan, "Coba Anda bayangkan bahwa sebutir sendimen jatuh di permukaan. Butuh waktu ribuan tahun sebelum butiran berikutnya akan sampai di sana." 

Roy bersama tim ekspedisi pada 2009 mengambil sampel sendimen purba dan menemukan bakteria hidup di lapisan tanah itu. Temuan ini sangat mengejutkan mengingat hampir tidak ada nutrisi untuk makan di bawah sana.

"Mereka meninggalkan permukaan 86 juta tahun lalu dengan bekal makanan. Mereka masih saja makan dari situ," ujar Roy seperti dilansir dari Dailymail.co.uk.

Roy menggambarkan kondisi itu seperti membagi pie berkali-kali tanpa ada yang memakan sisa terakhir. Tim Roy menyatakan temuan ini kemungkinan makhluk dengan metabolisme paling lambat. Ditambah kondisi tidak ada oksigen dan nutrisi yang mencukupi kebutuhan hidup mereka. 

Roy belum bisa menentukan umur bakteria tersebut. Mereka diperkirakan telah bereproduksi secara lambat sejak zaman dinosaurus. Makhluk ini bisa berumur jutaan tahun. Mereka bertahan dengan terus memperbarui diri secara cepat untuk memperbaiki kerusakan karena penuaan.

Baca Juga

Mengapa Mereka Memilih Jokowi-Ahok


View the original article here

Temuan Prasasti Kutukan Penyihir Kuno

-ilmu-hitam--berisi-kutukan_300_225.jpg" width=315>

VIVAnews - Prasasti batu yang tersembunyi di gudang Museum Bologna memuat kutukan kuno yang memanggil dewi setan untuk menyiksa korban. Prasasti ini tersembunyi hampir satu abad. 

Benda antik ini disingkirkan pada Perang Dunia I. Tapi, telah ditemukan kembali pada 2009. Prasasti ini berumur 1.600 tahun. Sekarang penerjemah menemukan rahasia gelapnya.

Batu tua ini memanggil sosok berambut ular untuk "mengikat" pria yang dimumikan dengan tangan terikat. Korbannya bernama Porcellus. 

Peneliti dari Universitas Zaragoza, Celia Sanchez Natalias menerjemahkan prasasti aneh itu untuk kali pertama. 

"Di bagian latar tampak sosok tanpa alasa kaki sedang berdiri dengan tangan disilangkan atau diikat di depan perutnya. Pada dadanya terdapat  tanda sihir dan di daerah kelaminnya ada bintang sudut delapan," ujar Natalias seperti dilansir dari Dailynews.co.uk.

Ular meliuk muncul mengancam dari sisi kepala sosok yang bermahkota. Di bawahnya, terdapat gambar orang yang dimumikan dengan tangan terikat atau saling menyilang. Korban ini dikutuk. Penanda kutukan sangat mudah dikenali karena ukiran berikutnya menuliskan nama Porcellus. 

Ukiran kutukan ini menjadi praktik umum dalam prasasti kuno. Prasasti timbal biasa digunakan di berbagai daerah. Sementara wilayah lain menggunakan batu. 

Prasasti kutukan dari Bologna ini unik karena menggabungkan sosok iblis dan teks. Benda ini memanggil dewi tiga wujud Hecate. Sosok ini sering disebut sebagai "ibu" para penyihir. 

Sosok pertama tampil dengan ular keluar dari kepalanya, seperti Medusa. Mahkota diduga digunakan untuk memanggil iblis atau dewi untuk memberikan kutukan. 

"Dewi pelaku kutukan Bologna ini tanpa alas kaki dan memiliki tanda ajaib pada payudaranya. Dia juga memiliki tanda unik di daerah genital," ujar Natalias.

Tanda tadi diidentifikasi menjadi ciri Dewi Hecate.  Penyihir Hacate sering disebut dalam prasasti kutukan. 

"Meskipun sosok ini mirip dengan ciri-ciri tokoh dewi itu, tapi ada karakteristik lain yang tidak ada. Tiga wujud dan bantalan obor yang sering diasosiasikan untuk menggambarkan dia hilang di sini. Ini melemahkan hipotesis," urai Natalias. 

Menariknya, gambar yang menunjukkan sosok dewi dan korban yang diikat serta dimumikan. Mantra pengikat Hecate menyiksa Porcellus. 

"Seperti dewi yang tangannya terikat, Porcello juga bernasib sama," ujar Natalias. 

Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

View the original article here