Selasa, 05 Juni 2012

Pesawat Luar Angkasa Rusia Bantai Antelop?

Antelop Saiga terancan punah (Wikipedia Common)

VIVAnews - Para ilmuwan dibuat bingung menghadapi kematian masal sekitar 1.000 Antelop Saiga liar di Kazakhstan, ini adalah kali ketiga dalam dua tahun. Setidaknya 12.000 antelop liar mati misterius pada Mei 2010, tahun berikutnya ada 450 hewan yang mati.

Hingga saat ini spekulasi penyebab kematian masih belum ditemukan. Ada banyak teori soal penyebab kematian, dari infeksi bakteri, pupuk beracun, sampai emisi pesawat luar angkasa.

Penjelasan resmi dari Kementerian Pertanian Kazakhstan adalah bahwa hewan mati karena pasteurellosis, infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteria yang membahayakan hewan yang memiliki sistem imun yang lemah.

Namun, menurut laporan Scientific American, beberapa ekolog Kazakhstan dan dari sejumlah tetangga Rusia menyalahkan pendaratan pesawat luar angkasa yang pulang dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). April lalu, misalnya, kapsul Soyuz yang membawa dua kosmonot Rusia dan satu astronot Amerika Serikat mendarat di dekat Desa Sorsha, di mana setidaknya 120 antelop tewas.

Teori yang sama diduga berkaitan dengan Baikonur Cosmodrome, situs peluncuran pesawat luar angkasa di tengah Kazakhstan, di mana kapsul luar angkasa berawak milik Rusia diluncurkan.

Juru kampanye hijau, Musagali Duambekov kepada Radio Free Europe menduga, kematian massal Antelop Saiga dikarenakan bahan kimia yang dibebaskan dari roket yang lepas landas. Meski ia juga menduga, penggunaan pupuk beracun di area tersebut telah merusak sistem imun Saiga.

Sementara, Eleanor Milner-Gulland, ketua Aliansi Konservasi Saiga mengatakan, antelope mungkin telah memakan tanaman yang tercemar bakteri selama musim kawin. Sebab, mayoritas antelop yang mati adalah betina yang baru melahirkan, sehingga mereka terlalu lemah dan tak bisa memberi makan anak-anaknya yang juga mati.

Kematian masal Antelop Saiga menjadi tantangan para pelestari hewan. Apalagi, jumlah hewan langka ini makin tipis, dari jutaan di tahun 1950-an menjadi nyaris punah. Hewan ini jadi sasaran perburuan, diambil tanduknya sebagai bahan obat Tiongkok.

Hari ini hanya sekitar 85.000 Antelope Saiga yang hidup beberapa bagian Rusia, Mongolia, Uzbekistan dan Kazakhstan.

Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.Anda harus Login untuk mengirimkan komentar

View the original article here

Samsung Galaxy SIII Resmi Dijual di Indonesia

Samsung Galaxy SIII (REUTERS/Fabrizio Bensch)

VIVAnews - PT Samsung Electronics Indonesia (PT SEI) , meluncurkan generasi ketiga dari flagship smartphone Android mereka, Galaxy S III. SGS III resmi diluncurkan hari ini, Sabtu 2 Juni 2012 bertempat di Central Park, Jakarta Barat.

Peluncuran resmi tersebut juga menandakan penjualan perdana Samsung Galaxy SIII. Penjualan perdana dilakukan di empat kota sekaligus yakni, Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan. Di Jakarta disediakan 1500 Samsung Galaxy SIII. Para pembeli juga mendapat potongan harga sebesar Rp500 ribu dengan pembelian kartu kredit tertentu.

Samsung Galaxy SIII dibanderol seharga 7 juta rupiah. Ratusan pembeli telah antri sejak pagi untuk mendapatkan penawaran menarik dari penjualan perdana ini, yakni aplikasi Dropbox dan storage cloud 50GB gratis selama dua tahun.

Samsung Galaxy SIII merupakan Smartphone Android micro simcard terbaru dari vendor terkemuka Samsung, dengan OS Ice Cream Sandwich. Dengan design yang ramping, Samsung Galaxy SIII menawarkan fitur berteknologi tinggi seperti S Beam yang memungkinkan pengguna berbagi dokumen berukuran besar seperti video.

Diklaim Samsung adalah sebuah ponsel yang mengenali suara Anda, mengerti keinginan Anda dan membuat Anda berbagi momen dengan mudah dan cepat. Samsung mengharapkan ponsel ini menjadi terobosan yang menduduki peringkat teratas di kelasnya.

Smartphone berlayar 4,8 inch full HD super amoled ini dibuat dengan bahan hyperglaze. Samsung melengkapi Galaxy S III dengan prosesor 1,4 GHz quad core dan kamera 8MP plus 1,9MP kamera depan. (sj)

Anda harus Login untuk mengirimkan komentar

View the original article here

Gangguan Jiwa Ini Dipengaruhi Reality Show

VIVAnews - Ingat film "The Truman Show"? Film yang diperankan Jim Carrey ini berkisah mengenai Truman Burbank, orang yang sejak bayi menjadi objek sebuah acara televisi, tanpa dia sadari. Film inilah yang sepertinya menjadi inspirasi acara reality show di televisi.

Tapi ternyata, menjamurnya acara reality show mulai berdampak negatif secara psikologis. Sebab, kini banyak orang yang yakin kalau mereka menjadi bintang sebuah acara televisi, yang dilakukannya tanpa sadar.

Para psikiater menyebut gejala penyakit ini "Truman Show Delusion". Namanya memang diambil dari film yang dirilis pada 1998 tersebut.

Permulaan kasus ini biasanya terjadi pada orang yang sukses, namun memiliki fantasi yang cenderung paranoid, bahwa mereka difilmkan sepanjang saat. Para penderita "penyakit" ini pun menganggap dunia di hadapan mereka tidak nyata.

Mereka cenderung menganggap teman dan kekasih hanya aktor serta aktris yang berpura-pura dan hanya bermain peran. Bahkan, berita di televisi pun mereka anggap ada untuk mengendalikan pikiran mereka. Intinya, segala sesuatu ada untuk menghibur orang lain.

Namun, tahap terparahnya bisa berujung pada kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.

Misalnya yang terjadi pada 2009 di Australia. Anthony Waterlow membunuh ayah dan adik perempuannya, hanya karena Anthony percaya kehidupan mereka disiarkan ke seluruh dunia. Parahnya, Anthony menganggap acara itu merupakan sebuah permainan bahwa semua orang berusaha membunuhnya, atau dia berusaha membunuh dirinya sendiri.

Mengutip Sydney Morning Herald, dalam sebuah tes psikologi, Anthony bahkan sempat menyebut film "The Truman Show".

Sementara itu, pada 2007, William Johns III didakwa atas penyerangan terhadap bayi 2 tahun dan ibunya di New York City. Mengutip ABC News, peristiwa ini terjadi saat dia keluar dari rumahnya di Florida, karena, "harus keluar dari acara Truman Show". Johns III percaya dia menjadi objek dari film, sama seperti Truman.

Dr Joel dan Ian Gold, peneliti dari New York University dan McGill University di Montreal, menerbitkan publikasi dari kasus yang mereka pelajari dari para pengidap "Truman Show Delusion". Tulisan dua ahli psikologi ini pun kemudian diterbitkan dalam jurnal "Cognitive Neuropsychiatry".

Dalam kasus yang lain, terdapat pula seorang pasien yang bepergian ke New York City, kemudian berjalan ke Federal Building. Seperti dikutip dari BuzzFeed, di gedung itu pasien tersebut menuntut bertemu "sang sutradara", sebab dia percaya serangan terhadap menara kembar WTC pada 2001 hanya tiruan untuk acara televisi.

Alasan dia ke New York pun untuk melihat langsung menara kembar WTC masih berdiri. Jika tidak, pasien itu percaya sudah tidak diinginkan lagi untuk menjadi bintang di sebuah "acara televisi" tersebut. (Daily Mail l art)

Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.Anda harus Login untuk mengirimkan komentar

View the original article here

Ikan Bisa Hidup di Paru-Paru Bocah Ini

Beruntung nyawa bocah ini akhirnya berhasil diselamatkan. (Dailymail)

VIVAnews - Kejadian langka dialami seorang bocah bernama Anil Barela asal Khargone, Provinsi Madhya Pradesh, India. Ya, seekor ikan yang ditelannya ternyata dapat bertahan hidup dalam paru-parunya.

Dilansir harian Daily Mail, Sabtu 2 Juni 2012, Anil  yang sedang berenang di sungai dan bercanda dengan teman-temannya, melakukan sebuah ritual umum yang biasa dilakukan anak-anak di India, yakni menelan ikan hidup-hidup.

Namun bukannya masuk ke lambungnya, ikan sepanjang 8,89 centimeter justru tersasar dan masuk ke dalam paru-paru sang bocah. Sempat tersengal-sengal, Anil akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Petugas medis setempat memilih melakukan operasi darurat setelah kadar oksigennya menipis dan dia makin kesulitan bernapas. Beruntung nyawa bocah ini akhirnya berhasil diselamatkan. Dia kini berada dalam masa pemulihan.

Dokter Pramod Jhawar yang mengoperasi Anil menyatakan ikan itu masih hidup beberapa saat setelah masuk ke paru-paru si bocah.

"Ikan itu hidup dan mengambil napas terakhirnya saat bronkoskopi dilakukan. Ikan ini membatasi fungsi dari kedua paru-paru yang mengakibatkan rendahnya asupan oksigen," katanya. (eh)

tegar_ganteng 04/06/2012 Dia kaga maty2 juga ya!! nelan ikan hidupQ!!!matta-mui 8,89 centimeter. ini beritanya pembohongan publik., bredel saja semua. publikan lumpur lapindo,pengemplangan pajak. mana mgkn ikan 8 centimeter ,, apa gag kloloden tu anak. berita ga mutu,, lapindo njing lapindo. apa takut dipecat ya ma arbAnda harus Login untuk mengirimkan komentar

View the original article here